अयं निजः परो वेति गणना लघुचेतसाम् । उदारचरितानां तु वसुधैव कुटुम्बकम् ॥
Ayaṃ nijaḥ paro veti gaṇanā laghucetasām | udāracaritānāṃ tu vasudhaiva kuṭumbakam ||

📖 Terjemahan & Makna Filosofis

"Pikiran bahwa 'ini milikku dan itu milik orang asing' hanyalah perhitungan orang-orang yang berhati sempit. Bagi mereka yang berjiwa mulia dan lapang dada, seluruh bumi dan segenap isinya adalah satu keluarga besar."

Maha Upanishad 6.71-72 (dan juga termaktub dalam Hitopadesha serta Pancatantra) merumuskan etika kewargaan global yang melampaui sekat kebangsaan, ras, etnis, dan agama. Veda tidak melihat dunia sebagai medan perang suku, melainkan sebagai sebuah 'Kutumba'—rumah tangga besar di mana setiap anggota saling menyokong kehidupan.

IKLAN / ADVERTISEMENT

🧭 Kegunaan untuk Pegangan Hidup & Karakter

Penerapan dalam Kehidupan Nyata

Dalam era globalisasi yang rentan terpecah oleh polarisasi politik dan diskriminasi, jadikan prinsip ini sebagai kompas etika dalam berbisnis, bermedia sosial, dan memperlakukan sesama. Sambut orang lain dengan keramahtamahan, empati, dan keadilan tanpa membeda-bedakan latar belakang.

🏛️ Sejarah, Resi Penemu & Konteks Asal-Usul

Menjadi semboyan resmi KTT G20 India 2023 ('One Earth, One Family, One Future') dan terukir di pintu masuk ruang parlemen India sebagai lambang filosofi peradaban yang merangkul seisi bumi.

Metrum / Chhandas: Anushtubh

Aspek Ketuhanan (Devata): Vishva-Kutumba

← Ayat Sebelumnya (Brihadaranyaka Upanishad Shanti / Garuda Purana) Ayat Selanjutnya (Taittiriya Upanishad 1.11.1) →