एकं सद् विप्रा बहुधा वदन्त्यग्निं यमं मातरिश्वानमाहुः ॥
Ekaṃ sad viprā bahudhā vadanty agniṃ yamaṃ mātariśvānam āhuḥ ||

📖 Terjemahan & Makna Filosofis

"Kebenaran Hakiki (Realitas Tertinggi) adalah Tunggal dan Satu Adanya; para bijak dan cendekiawan menyebut-Nya dengan banyak nama: Agni, Yama, Matarishvan, dan lainnya."

Rigveda 1.164.46 karya Maharsi Dirghatamas adalah salah satu pernyataan pluralisme filosofis tertua dan paling berpengaruh di dunia. Ayat ini menegaskan bahwa nama-nama, doktrin ritual, dan representasi simbolik hanyalah perspektif manusiawi yang terbatas untuk menggambarkan Hakikat Yang Tak Terbatas. Tidak ada monopoli atas kebenaran Ilahi; semua tradisi spiritual otentik mengalir menuju samudra realitas yang sama.

IKLAN / ADVERTISEMENT

🧭 Kegunaan untuk Pegangan Hidup & Karakter

Penerapan dalam Kehidupan Nyata

Ayat ini adalah pedoman hidup paling penting bagi masyarakat multikultural modern. Terapkan prinsip ini untuk melenyapkan fanatisme sempit, membangun jembatan dialog antar-iman, dan menghargai perbedaan pandangan dalam organisasi, keluarga, dan pergaulan global. Orang bijak tidak memperdebatkan cangkir, melainkan meminum air segar di dalamnya.

🏛️ Sejarah, Resi Penemu & Konteks Asal-Usul

Dikutip oleh Swami Vivekananda di Parlemen Agama-Agama Dunia Chicago (1893), Mahatma Gandhi dalam merumuskan kerukunan sosial, serta para sejarawan seperti Arnold Toynbee dan Radhakrishnan sebagai pondasi toleransi spiritual India dan dunia.

Metrum / Chhandas: Trishtubh

Aspek Ketuhanan (Devata): Vishvedevas

← Ayat Sebelumnya (Rigveda 7.59.12) Ayat Selanjutnya (Rigveda 10.191.2) →